Metro Koran

Beranda » Articles posted by Metro Koran

Author Archives: Metro Koran

Iklan

Kakiku Bengkulu telah hadir di Bengkulu


KAKIKU BENGKULU Telah Hadir di Bengkulu

Kapolda Bengkulu Brigjend.Pol Tatang Soemantri, Kapolres AKBP Ikhsantyo Bagus Pramono, Owner Kakiku Bengkulu Bpk. Herry Arjuna Nagara, SH MH, Owner Kakiku Indonesia Bapak Suhendi.

(lebih…)

Iklan

Raperda Pengaturan Jalan Perlu Direvisi Sanksi Pelanggaran, Lemah


Ilustrasi

Ilustrasi

Raperda Pengaturan Jalan Perlu Direvisi
Sanksi Pelanggaran, Lemah
Metro Koran (BENGKULU) – Sanksi pelanggaran dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengaturan jalan khusus untuk angkutan perkebunan dan tambang, dinilai oleh sejumlah anggota dewan provinsi masih lemah, untuk itu perlu diperbaiki sebelum disahkan. (lebih…)

Aparat Tidak Tegas Pedagang K5 Langgar Perda


Aparat Tidak Tegas
Pedagang K5 Langgar Perda
Bengkulu- Keberadaan puluhan pedagang kaki lima di sepanjang jalan S.Parman telah melanggar Peraturan Daerah No.3 tahun 2008. Pemerintah Kota Bengkulu, dalam hal ini Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu masih berupaya melakukan upaya persuasif, sementara pedagang menyebut pemerintah kota tidak tegas, yang melarang tapi menarik pungutan restribusi.

Menjamurnya pedagang kaki lima di sepanjang jalan S.Parman diduga karena ada yang menjamin

Menjamurnya pedagang kaki lima di sepanjang jalan S.Parman diduga karena ada yang menjamin

“Kami tetap akan berupaya untuk melarang mereka menggelar dagangan disepanjang jalur hijau tersebut, namun saat ini kami belum menindak mereka, kami masih menggunakan pendekatan persuasif dan melakukan sosialisasi serta rencananya kami akan membuat rambu-rambu larangan untuk berjualan di jalan tersebut. “ kata Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Ali Armada. (lebih…)

Bank Bengkulu Sisihkan Jambi dan NTB


The Best Bank 2013
Bank Bengkulu Sisihkan Jambi dan NTB
Metro Koran (BENGKULU)-Untuk yang keduakalinya Bank Bengkulu kebanggaan masyarakat Bengkulu meraih penghargaan tertinggi dari Majalah Investor atas capaian kinerja keuangan tahun 2012 dengan predikat The Best Bank 2013. Bank Bengkulu berhasil menyisihkan BPD Jambi dan BPD NTB.
Penghargaan yang merupakan agenda tahunan Majalah Investor ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum Asbanda,Eko Budiwiyono di Hotel Le Meriden diterima langsung oleh DireDirut Bank Bengkulu Drs. H Wimran Ismaun saat menerima penghargaan The Best Bank 2013 dari  Ketua Umum Asbanda, Eko Budiwiyonoktur Utama Bank Bengkulu Drs. H. Wimran Ismaun Selasa (4/6).
Selain sebagai bentuk apresiasi atas kinerja terbaik yang diberikan para bankir nasional, kegiatan ini juga sebagai sarana informatif yang dapat memotivasi perbankan meningkatkan kinerja, persaingan yang sehat dan meningkatkan pelayanan kepada para nasabah.
Pada tahun ini Bank Bengkulu meraih penghargaan The BestBank untuk kategori bank beraset di bawah Rp. 10 trilyun. (lebih…)

PKS Tanpa Kebun, Langgar Permentan 2007


PKS Tanpa Kebun, Langgar Permentan 2007
Membangun sebuan PKS bisa dilakukan oleh siapa saja, namun membangun sebuah PKS tanpa membangun kebun terlebih dahulu justru akan menyesatkan. Lebih dari itu, keberadaan PKS tanpa kebun akanberpengaruh pada harga dan rawan kriminalitas seperti kerawanan pencurian buah sawit.
Metro Koran (BENGKULU) – Jumlah pabrik kelapa sawit yang tidak memiliki kebun sendiri di Provinsi Bengkulu dinilai telah berlebih dan keberadaan mereka diyakini dapat memicu persaingan tidak sehat dalam mendapatkan tandan buah segar kelapa sawit, tidak hanya itu konflik sosial antar petani pun bisa saja terjadi. PABRIK PMS TLG 4
Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Bengkulu Daniel Manurung mengatakan, saat ini dari 26 pabrik kelapa sawit yang ada di Provinsi Bengkulu, 16 pabrik tidak memiliki kebun sawit sendiri. Dan hal ini dinilai sudah tak proporsional, terlebih PKS yang berdiri di lokasi berdekatan membuat Harga TBS (Tandan Buah Sawit) tidak stabil.
“Contoh yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah, disana berdiri1 pabrik CPO milik PT.Bio yang memiliki kebun sendiri seluas 6000 hektare tapi dikelilingi empat pabrik CPO tanpa kebun dalam radius maksimal 5 km. Situasi ini dikhawatirkan dapat melahirkan persaingan tak sehat, dimana pabrik yang tak punya kebun akan bersaing dengan pabrik lain yang memiliki kebun untuk mendapatkan tandan buah segar (TBS) dan kondisi inipun dapat memunculkan masalah pencurian TBS akibat persaingan harga antar pabrik.” Kata Daniel.
Hal ini, lanjut Daniel mengharuskan pemerintah bertindak lebih tegas untuk menindaklanjuti masalah tersebut. Pemerin-tah harus menertibkan pabrik-pabrik tanpa kebun dan diwajibkan memiliki kebun sendiri. (lebih…)

%d blogger menyukai ini: