Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » Berita Daerah » Kepahyang » Tak Mau Nyumbang, Guru Diminta Buat Pernyataan

Tak Mau Nyumbang, Guru Diminta Buat Pernyataan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


Tak Mau Nyumbang, Guru Diminta Buat Pernyataan
KEPAHIANG – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kepahiang, Ghajali Adila, M Pd, yang didampingi Sekretarisnya, Junadi M Pd, mengatakan, bagi guru yang tak mau ikut menyumbang untuk pembangunan gedung PGRI setempat tidak dipermasalahkan, namun mereka diminta membuat pernyataan tertulis dan ditujukan kepada PGRI setempat.

Ghajali mengatakan hal ini saat ditanya wartawan koran ini terkait keberatan sejumlah guru terhadap rencana PGRI se Provinsi Bengkulu untuk membangun kantor PGRI di setiap kabupaten/kota dalam Provinsi Bengkulu. “Kalau ada guru tak mau menyumbang tidak apa-apa, asalkan mereka mau membuat pernyataan tertulis yang ditujukan kepada PGRI,” katanya.

Sebagaimana diketahui, semua guru di Provinsi Bengkulu akan dikenakan pemotongan atas gaji ke 13 mereka tahun ini, masing-masing guru dikenakan Rp150 ribu, sebagai bentuk sumbangan pembangunan gedung organisasi itu di kabupaten masing-masing. Namun banyak guru di s ejumlah daerah yabng menolak pemotongan gaji ke 13 mereka untuk disumbangkan guna pembangunan gedung Korpri tersebut.

Begitu pula di Kabupaten Kepahiang, rencana pemotongan gaji ke 13 bagi guru tersebut juga mendapatkan penolakan dari sejumlah guru di daerah itu. Menurut Ketua Korpri Kepahiang, uang Rp150 ribu dimaksud bukan pemotongan gaji ke 13 bagi guru, melainkan sebagai bentuk sumbangan dari para guru dalam merealisasikan pembangunan gedung PGRI sendiri.

“Ini bukan pemotongan, tapi inilah bentuk sumbangan para guru dalam pembangunan gedung PGRI, karena selama ini PGRI di kabupaten/kota belum ada gedung sendiri. Dan kebijakan ini sudah diputuskan dalam Konfrensi PGRI di Bengkulu beberapa waktu lalu, serta sudah disosialisasikan melalui berbagai media massa,” katanya.

Ditambahkannya, dengan dibangunnya gedung PGRI tersebut, akan menjadi sarana bagi guru, dan menjadi sebuah simbol kehormatan bagi para guru yang ada di Kabupaten Kepahiang, dan sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan silahturahmi bagi para guru.

Selain itu, kata dia, gedumng tersebut juga menjadi asset bagi PGRI untuk mendapatkan pendapatan. “Seandainya ada kegiatan PGRI, maka tidak perlu lagi menyewa gedung lain dan tentunya setiap tahun pasti ada kegiatan para guru. Namun demikian, bagi para guru yang tak mau menyumbang, kami tidak memaksakan, asalkan mereka membuat pernyataan tertulis dan ditujukan kepada PGRI,” katanya menutup pembicaraan. (tm/kur)


2 Komentar

Komentar ditutup.

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: