Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » Berita Daerah » Bengkulu Utara » Menyinggung persoalan Pembangunan Pasar Lubuk Durian

Menyinggung persoalan Pembangunan Pasar Lubuk Durian

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


Menyinggung persoalan Pembangunan Pasar Lubuk Durian
BENGKULU UTARA – Kegiatan revitalisasi pasar tradisional Lubuk Durian, mendapat sorotan dari banyak pihak. Setidaknya Forum Pemantau Peradilan (Forwara) salah satu yang menyoroti proyek ini. Karena menurut lembaga ini, proyek menyedot dana Rp900 juta tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Mereka menyoroti fisik proyek yang dinilai hanya dikerjakan asal jadi, seperti pasangan besi tiang, sebagai tulangnya hanya menggunakan satu batang besi yang dilipat menjadi dua, sedang seharusnya empat besi. Kedalaman tiang besi yang dibuat dengan sistim cakar ayam itu pun hanya 13-15 centimeter saja, yang seharusnya dikunci dengan empat besi tersebut.

Pihak pelaksana dari Koperasi Parikesit mengaku bekerja sesuai RAM dan gambar yang sudah ditentukan. “Kami bekerja sesuai dengan RAB dan gambar yang sudah disediakan pihak konsultan,” katanya sembari menunjukkan sebuah gambar yang tidak begitu jelas petunjuk dan perencanaannya.

Anehnya, selain gambar tersebut tidak begitu jelas, juga tidak ditandatangani oleh semua penanggungjawab bangunan tersebut, seperti Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bengkulu Utara tidak menandatangani, begitu pula dPasar-Lunuk-Durianengan pemeriksa gambar, tidak menandatangani desain gambar tersebut, kecuali hanya ditandatangani direktur PT Ideal sebagai penanggungjawab design enginering.

Ibnu Hajar dari Forwara menilai proyek ini terindikasi akan merugikan keuangan negara. Karena itu pihaknya meminta instansi terkait untuk memantau pembangunan fisik los dan kios pasar di Lubuk Durian ini, agar nantinya program ini dapat tercapai sesuai dengan perencanaan awal, apalagi proyek ini menghabiskan dana APBN dengan nilai cukup pantastis.

“Demi untuk penyelamatan keuangan negara, perlu adanya pengawasan ekstra ketat terhadap proyek ini. Bila perlu dibongkar kembali pasangan yang sudah ada. Sebab, kalau dilanjutkan pekerjaan yang kekuatannya tak sesuai perencanaan ini akan berimbas pada keselamatan pedagang penghuni los pasar itu tersebut,” katanya. (rz)

 

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: