Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » Berita Daerah » Bengkulu Utara » KUA Sesalkan Penjualan Tanah Kuburan di Ketahu

KUA Sesalkan Penjualan Tanah Kuburan di Ketahu

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


KUA Sesalkan Penjualan Tanah Kuburan di Ketahun
KETAHUN (METRO) – Mantan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecacmatan Ketahun, Bengkulu Utara (BU), yang kini menjabat sebagai Kepala KUA Napal Putih, Jaja Miharja, menyesalkan tindakan Pememrintah Desa D1 Ketahun menjual tanah kuburan. Dan saat ia menjabat Kepala KUA Ketahun, ia pernah menggugat itu agar tidak dilakukan.Kuburan

“Kami menyesalkan sikap Pemdes D1 Ketahun yang menjual tanah kuburan itu. Hal ini tidak semestinya terjadi, apalagi alasannya tidak jelas. Karena ini menyangkut kepentingan dan hak orang banyak,” katanya saat dikonfirmasi terkait sikapnya yang pernah menggugat penjualan kuburan tersebut.

Menurut Kepala KUA Napal Putih ini, kalau untuk kepentingan meningkatkan pendapatan desa, tidak harus dengan menjual kuburan, masi banyak cara lain yang bisa dilakukan pemerintah desa. Apalagi tanah kuburan itu merupakan tanah wakaf, yang sudah jelas di atur dalam undang-undang perwakapan.

“Pihak pemerintah desa setempat tak pernah berkoordinasi dengan kami soal penjualan tanah kuburan tersebut, padahal kami yang bertanggungjawap. Sekarang kita lihat saja sejauh mana mereka menangani masalah ini,” ungkap mantan kepala KUA Ketahun itu ketika dihubungi via hendpon beberapa waktu lalu.

Ironis memang, bahkan sejumlah warga setempat mengatakan ini sebagai kejadian luar biasa dan tak pernah terjadi di wilayah Kecamatan Ketahun. Tanah kuburan diperjual belikan oleh pemerintah desa setempat kepada sebuah perusahaan pertambangan untuk pembangunan jalan angkutan hasil produksi perusahaan tersebut menuju dermaga.

Awalnya, pihak pemerintah Desa D 1 Kecamatan Ketahun melakukan negoisiasi dengan pihak PT Injatama yang mau membuka jalan guna kepentingan angkutan batu bara mereka menuju dermaga. Untuk pembuatan jalan tersebut, perusahaan membutuhkan tanah itu dengan ukuran lebar badan jalan sekitar 8-12 meter dengan ganti rugi mencapai Rp60 juta.

Kepala Desa D1 Ketahun, Suparmin mengaku adanya penjualan tanah kuburan tersebut, namun uangnya diserahkan kepada pengurus koprasi desa. “Memang ada penyerahan tanah kuburan ke PT Injatama, tapi uang ganti ruginya langsung diserahkan kepada pengurus koperasi desa,” katanya ketika dihubungi di kediamannya beberapa belum lama ini.

Dia mengatakan bahwa penjualan tanah kuburan tersebut, pada bulan November 2012 lalu pernah digugat oleh Kepala KUA waktu itu, Jaja Miharja. Karena Kepala KUA waktu itu tidak setuju terhdap penjualan tanah kuburan tersebut yang akan dibuka jalan bagi kepentingan angkutan batu bara perusahaan pertambangan PT Injatama.(rz)

 

 

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: