Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » Berita Kota » DPRD Minta Pedagang di Jalur Hijau Ditertibkan

DPRD Minta Pedagang di Jalur Hijau Ditertibkan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


DPRD Minta Pedagang di Jalur Hijau Ditertibkan
BENGKULU (METRO) – Para pedagang di jalur hijau di Kota Bengkulu, harus ditertibkan karena akan merusak keindahan kota, seperti di Jalan S Parman. Sebab, tempat ini bukan lokasi berjualan bagi pedagang.
“Secara kasat mata kita sudah bisa lihat daerah hijau seperti di Jalan S Parman itu bukan tempat untuk berdagang. Tempat ini harus bebas dari pedagang karena jika dibiarkan akan membuat keindahan kota jadi rusak,” kata Anggota DPRD Kota Bengkulu, Badawi Saluy, seperti dilansir Antara, Rabu (5/6).

Ia mengatakan, seharusnya pihak terkait merespon dan menertibkan pedagang agar tercipta Kota Bengkulu yang sesuai dengan visi dan misi pemerintah setempat. “Bagaimana kita bisa menciptakan kota ‘Bengkuluku Bersih’ kalau jalur hijau itu dipenuhi pedagang dan sampah bertebaran di badan jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bengkulu, Ali Armada mengatakan, pihaknya telah memberikan peringatan kepada pedagang yang berjualan di jalur hijau kota.

“Tadi sudah kita berikan peringatan agar mereka tidak berjualan di sana, tetapi belum menindak, kita coba dengan cara persuasif dulu, tapi kalau tetap masih berjualan akan kita berikan tindakan tegas,” ujarnya.

Satpol PP Kota Bengkulu, dalam beberapa hari ke depan, akan melakukan sosialisasi dan imbauan agar pedagang tidak berjualan di jalur hijau, seperti di Jalan S Parman dan beberapa lokasi jalur hijau lainya.

“Kita tetap imbau dulu, belum langsung kita tertibkan, kita ingatkan bahwa tidak dibenarkan berjualan di sepanjang jalur hijau, nanti kita juga akan pasang rambu dilarang berjualan di di sana” katanya.

Sebab, pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan S Parman tersebut, melanggar peraturan daerah (Perda) No 3 Tahun 2008, yang melarang pedagang berjualan di jalur hijau dan trotoar.

“Kalau mereka setelah kita ingatkan dan kita berikan sosialisasi tetapi masih berjualan di sana, kita akan mengambil tindakan tegas lewat jalur hukum dengan ancaman kurungan tiga bulan,” ujarnya.(rga)

 

 

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: