Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » Berita Kota » DPRD Bengkulu Berinisiatif Buat Perda Tentang Gizi

DPRD Bengkulu Berinisiatif Buat Perda Tentang Gizi

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


DPRD Bengkulu Berinisiatif Buat Perda Tentang Gizi
BENGKULU (METRO) – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu berinisiatif untuk membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang gizi. Rencana ini mendapat respon positif dari Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah.
“Raperda inisiatif DPRD itu perlu didukung karena persoalan gizi masih menjadi salah satu masalah krusial daerah,” kata Junaidi, di Bengkulu, seperti dikutif dari antara, Rabu (5/6).

Ia mengatakan, berdasarkan data Dirjen Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, triwulan pertama 2013 di Provinsi Bengkulu ditemukan 37 kasus gizi buruk.

Meski sudah dapat ditangani dengan baik oleh petugas kesehatan, menurut Gubernur strategi pencegahan jauh lebih baik. Masalah gangguan kesehatan akibat gizi buruk seperti kekurangan energi, gangguan akibat kekurangan yodium, kekurangan zat gizi mikro dengan gangguan pertumbuhan masih banyak terjadi di daerah itu.

Ia mengatakan, persoalan gizi buruk erat kaitannya dengan masalah kemiskinan dan rendahnya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Karena itu, harus ada kebijakan yang bisa menjamin setiap anggota masyarakat dapat memperoleh makanan yang cukup bergizi, beragam dan berimbang. “Kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi juga belum memadai sehingga perlu sosialisasi,” katanya.

Meski masalah gizi merupakan sindrom kemiskinan, masyarakat tidak harus menunggu sampai ke tingkat perekonomian yang mapan baru memperhatikan masalah gizi keluarga.

Namun, Gubernur Junaidi menyarankan, dalam penyusunan Raperda tersebut perlu diatur tentang sasaran perbaikan gizi, upaya perbaikian gizi, dan penangulangan masalah gizi dalam keadaan darurat.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Intan Zoraya mengatakan masalah kekurangan gizi, antara lain disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi.
“Akar masalah gizi adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang gizi sehingga mendasari Komisi IV mengajukan usulan Raperda perbaikan gizi,” ujarnya.(rga)

 

 

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: