Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » Berita Daerah » Manna (Kaur) » Banjir, Jalan di Desa Sambat Berlumpur

Banjir, Jalan di Desa Sambat Berlumpur

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


Banjir, Jalan di Desa Sambat Berlumpur
KAUR (METRO) – Akibat banjir besar yang melanda sebagian Kecacmatan Maje, Kabupaten Kaur 23 Mei lalu membuat sepanjang jalan menuju Desa Sambat, Maje menjadi berlumpur. Hingga kini kondisi lumpur dan becek setinggi 50 centimeter tersebut masih belum mengering dan tentunya menyulitkan warga setempat melakukan aktifitas mereka.banjir-dikaur

Semua pengemudi kendaraan yang keluar masuk wilayah itu mengeluh, karena kendaraan mereka penuh dengan lumpur. Padahal ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan untuk menuju ke Desa Muara Sambat dan merupakan jalan yang banyak digunakan warga untuk menuju perkebunan dan sekolah-sekolah.

Begitu pula warga di sejumlah desa yang ada di wilayah itu, seperti Desa Air Jelatang, Tanjung Ganti, Kedataran dan Desa Tanjung Aur, mengeluh dengan kondisi ini. Mereka mengaku kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari, apalagi untuk pergi dan pulang ke kebun, serta anak-anak mereka ksulitan untuk berpergian ke sekolah.

Dilaporkan wartawan Metro Bengkulu dari Kaur, saat banjir yang melanda wilayah itu, banyak rumah warga Desa Muara Sambat terendam. Tidak hanya rumah terendam, wqarga juga menderita kerugian akibat barang mereka seperti padi, pupuk, kopi, hewan ternak dan perabot rumah tangga serta peralatan lain seperti mesin penggiling padi dan kopi ikut rusak.

Kepala Desa Kedataran, melalui Sekdesnya, Tahirin mengatakan, peristiwa banjir tersebut berlangsung sekitar lima jam lamanya. Banjir ini, kata dia, merupakan banjir kiriman, karena hujan di wilayah itu tidak terlalu deras, namun dibagian hulu sungai hujannya cukup deras dan lama sehingga mengakibatkan banjir di bagian hilir.

Hal yang sama dikatakan Kades Air Jelatang, menurutnya akibat banjir tersebut banyak sumur warga yang rusak akibat dipenuhi lumpur yang terbawa banjir. Namun masih untung, kata dia, warga dengan sigap menyelamtan harta benda mereka sehingga tidak menimbulkan kerugian yang begitu besar.

Musibah ini mendapat perhatian dari Pemkab Kaur, setidaknya pedmerintah setempat telah menurunkan tim dan memberikan bantuan. Kades mengharapkan pihak Dinas Pekerjaan Umum Kaur bisa turun tangan memabantu membersihkan lumpur yang menutupi badan jalan di sepanjang jalan menuju Desa Muara Sambat.

“Kami berharap Dinas PU bisa membantu membersihkan lumpur di jalan ini, karna setiap turun hujan, lalu lintas warga di jalan tersebut lumpuh akibat lumpur tersebut kembali mencair. Kondisi ini praktis sangat mengganggu bagi anak-anak yang akan bersekolah ke Kota Bintuhan,” katanya. (jn/lk)

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: