Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » Berita Nasional » TENTANG MAFIA ANGGARAN.

TENTANG MAFIA ANGGARAN.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


TENTANG MAFIA ANGGARAN.

sore ini saya coba untuk postingkan Mafia Banggar…,sambil coba respon teman – teman yang mau info lanjutan soal Nazar,Anas & Demokrat,Banggar atau badan anggaran adalah salah satu kelengkapan DPR,dulu namanya Panggar atau panitia anggaran,fungsinya menyusun APBN (P),dengan statusnya sebagai badan,Banggar jadi lebih permanen di banding ketika masih bernama Panggar yang besifat adhoc,Ketua Banggar sekarang adalah Melkias Mekeg dari Golkar yang menggantikan Herry Azhar Azis yang juga dari Golkar,Wakilnya Olly,Tamsil & Mirwan,Banggar itu sangat berkuasa karena melaksanakan salah satu fungsi DPR budgeting…di samping legislasi dan pengawasan,selain Banggar yang formal,ada juga istilah Banggar kecil yaitu tim penyusun anggaran di tingkat komisi – komisi,jadi ada istilah Banggar besar dan Banggar kecil,finalisasinya semua di Banggar besar tentu saja melewati Sidang Paripurna DPR,anggota Banggar (besar) berjumlah 85 – 87 orang,di isi secara proporsional sesuai dengan perolehan kursi DPR masing – masing Partai,PD sendiri punya 22 orang,kalau tidak salah,pimpinan komisi – komisi DPR secara ex officio langsung merangkap sebagai anggota Banggar,Ketua Banggar di tentukan sesuai kesepakatan masing – masing fraksi di awal DPR hasil Pemilu terbentuk,ada jatah – jatahan sesuai perolehan kursi partai,jadi anggota Banggar itu merupakan impian anggota DPR,karena dianggap tempat yang sangat basah dan pasti dapat sampingan sepanjang tahun,kata “Banggar” jadi sangat terkenal ketika Wa Ode secara tak sengaja buka borok Banggar di acara “Mata Najwa”,dan semakin lebih terkenal lagi ketika Pius “mark up” Lustrilanang cs coba – coba rampok uang rakyat via proyek renovasi ruang Banggar,padahal mengenai borok dan korupnya Banggar DPR itu,sebenarnya sudah berlangsung lama…hanya saja sekarang baru jadi sorotan publik,gara – gara Banggar ini juga saya sempat mau di bunuh oleh orang suruhan anggota DPR yang gagal jadi Banggar karena saya laporkan korupsinya pada Ketum,selain pasti dapat setoran suap,anggota Banggar juga punya kewajiban untuk isi kas partai,kadang – kadang malah di targetkan oleh Ketum Partai,yang menarik adalah,bagaimana cara Banggar korupsi ?,ada beberapa modus,modus yang umum adalah dengan penentuan alokasi anggaran K/L & daerah – daerah,80% korupsi Banggar adalah melalui APBN – P,kalau melalui APBN cara korupsinya agak ribet…tapi nanti juga akan coba saya uraikan,kalau APBN – P hampir 100% kewenangan anggaran ada di Banggar,mulai dari mengusulkan sampai menentukan jumlah dan peruntukannya,APBN – P itu adalah anggaran tambahan atas APBN tahun berjalan,dana berasal dari sisa anggaran,kelebihan penerimaan,dana cadangan dst,APBN – P setiap tahun pasti alami kenaikan,apa lagi 3 tahun belakangan ini dimana sisa anggaran / silpa semakin besar karena gagal terserap,di samping itu,sumber APBN juga berasal dari kelebihan anggaran dari proyeksi asumsi – asumsi makro yang di tetapkan pemerintah saat pengajuan RAPBN,proyeksi asumsi – asumsi makro yang di maksud adalah tingkat pertumbuhan ekonomi,inflasi,kurs valuta,lifting minyak bumi dst,dari semua itu tadi,di dapatlah total anggaran APBNP yang dapat di susun dan di sahkan oleh DPR,untuk mudahnya kita asumsikan saja 300 Triliun.

dari semua itu tadi,di dapatkan total anggaran APBNP yang dapat di susun dan disahkan oleh DPR,untuk mudahnya kita asumsikan saja 300 Triliun,nah…yang 300 Triliun inilah yang jadi bancaan para anggota Banggar,tentu saja setelah di kurangi pengolahan – pengolahan anggaran non proyek,agar tertib korupsinya,pimpinan banggar terlebih dahulu bagi – bagi jatah alokasi anggaran untuk para anggota Banggar,pimpinan Banggar dan pimpinan DPR,jatah alokasi untuk pimpinan DPR di sebut – sebut 250 Milyar perorang,pimpinan Banggar 100 Milyar perorang dan anggota 25 – 50 Milyar/orang,jatah alokasi anggaran ini bebas “di jual” sendiri atau di kembalikan (jika jujur) atau di titipkan ke teman (jika takut hehe…),bagi – bagi jatah alokasi anggaran APBNP biasanya terjadi di awal penyusunan APBN yaitu di bulan – bulan Maret – April tahun berjalan,nah…lalu dimana korupsi atau permainannya ?,karena jumlahnya APBNP itu terbatas,maka tentu saja jadi rebutan K/L dan daerah – daerah,sesuai dengan hukum ekonomi,jika ada supply dan demand akan tercipta pasar dan harga,di Banggar DPR juga begitu hehe…,bagaimana caranya dapat alokasi anggaran ?,contoh Bupati atau Walikota ingin dapatkan anggaran 25 Milyar untuk bangun jalan di daerahnya,langkah pertama :Bupati/Walikota tersebut harus ajukan permohonan/proposal lengkap yang di tujukan ke pimpinan Banggar DPR,cc : Gubernur,Menkeu dst,langkah kedua :copy proposal tersebut,di bawah ke jakarta dan mulai cari anggota Banggar yang bisa bantu,biasanya pakai calo anggaran,siapa calo anggaran itu ?,boleh siapa saja yang mau dan mampu,umumnya mereka adalah staf ahli,staf DPR,kader partai dll,jika Bupati/Walikota atau pengusaha yang jadi rekanannya kenal baik dengan anggota Banggar,ya langsung saja,harga lebih murah hehe…,harga di sini maksudnya fee yang harus di bayar oleh Bupati/pengusaha untuk gilkan permohonan anggaran yang mereka ajukan ke Banggar,berapa harga beli atau suap atau fee ke Banggar ?,antara 4 – 7% dari total nilai anggaran yang di ajukan,bayar di depan cash,ga boleh utang,jadi jika Bupati mau dapatkan anggaran 25 Milyar,ya tinggal kalikan saja ,sekitar 1 – 1,5 Milyar,harus cash dan di depan,dimana negosiasi & transaksi jual beli anggaran di lakukan ?,ya dimana – mana…di DPR,hotel – hotel,di rumah dst,hotel – hotel penuh saat APBN disusun,jadi dapat di hitung,berapa fee/suap yang di berikan ke pada Banggar setiap tahun jika total APBN 300 Triliun ?,sekitar 15 – 21 Triliun !!!,apakah ada fee yang lebih besar,ada !,contohnya kayak fee untuk DPPID transmigrasi yang kemarin di tangkap KPK,feenya 100% dari anggaran 500 Milyar,kenapa PPID transmigrasi kemarin lebih besar ?,karena itu “mainan” baru Banggar dan di ciptakan di ujung – ujung deadline pengesahan APBNP,jadi silahkan teman – teman hitung berapa kekayaan para anggota Banggar jika fee yang di terima setiap tahun 15 – 21 Triliun !!,setelah semua proposal pengajuan anggaran dari K/L dan daerah – daerah masuk ke pimpinan Banggar,mulailah di saring satu persatu,mana yang di setujui,tentu saja persetujuan pimpinan Banggar adalah atas permohonan yang sudah di terima pembayaran feenya dari pihak pemohon,ya ga bayar di coret !,pada proses ini lah sering terjadi tarik menarik bahkan pertengkaran hebat sesama anggota Banggar,apa lagi jika pemohonan lebih besar.

dari alokasi total anggaran APBNP yang tersedia,banyak pengusaha/kepala daerah yang jadi korban ketika proposalnya di coret padahal sudah setor,bahkan ada teman saya yang sudah bayar 6 Milyar kepada salah seorang anggota Banggar,tapi proposalnya ga lolos,sampe sekarang uangnya ga dibalikkan,setelah proposal di saring/sortir,lalu semuanya dibawa ke rapat Banggar,untuk di sahkan,dan kemudian akan di teruskan ke Menkeu,oleh sebab itu jika anda pengusaha,ya jangan mimpi bisa dapat proyek APBN jika anda tidak “kawal” anggaran proyek dari awal penyusunan APBNP,semua proyek – proyek APBNP itu sudah ada yang punya,yang namanya lelang atau tender itu ya hanya bohong – bohongan,sudah ada komitmen dari awal,kembali ke Banggar,jadi kita dapat bayangkan bagaimana Nazar bermain atau korupsi,sebagai Mafia anggaran terbesar di DPR besama Nasir,Angie,umumnya Mafia utama di Banggar adalah para bendahara – bendahara atau wakil bendahara partai,posisi mereka di Banggar sangat strategis,cari uang,namun tentu saja yang paling berkuasa adalah pimpinan Banggar itu sendiri,mereka berhak menyetujui atau menolak setiap permohonan anggaran,Intermezo…hotel – hotel yang sering di jadikan tempat transaksi anggaran :Mulia,Grand Melia,Atlet Century,Sultan,Bidakara,Mid Plaza dst,umumnya untuk pengurusan proposal ke Banggar pake calo,banyak calo – calo berkeliaran di DPR,mulai calo kecil sampai calo besar,calo – calo anggaran ini sering kumpul di kantin – kantin DPR atau di ruang – ruang para anggota DPR,cari informasi dan atur deal – deal transaksi,berurusan dengan calo besar lebih enak,biasanya mereka sudah punya “jatah” anggaran yang bisa di jual,dapatkan dari anggota Banggar langganannya,calo – calo besar ini rata – rata punya jatah anggaran 100 – 1 Triliun pertahun,jika margin fee yang di peroleh rata – rata 1% saja,keuntungannya 1 – 100 Milyar,namun calo – calo kecil juga di beri kesempatan hidup,ini ujud rasa kasihan dari Banggar pada para staf yang nyambi calo anggaran,rejeki tambahan,siapakah yang terkenal paling hebat di Banggar DPR ?,Tansil Lindrung adalah jagoan no.1,dia wakil ketua,berani,cerdas,licin,kenapa ada yang tertangkap KPK ?,karena ngak hati – hati,kurang pengalaman,serakah,ribut – ribut dan tidak koordinasi dengan pimpinan,oleh sebab itu,politisi Demokrat sering tertangkap,karena ya itu tadi,serakah,ga komit,bikin ribut,main sendiri – sendiri ga pengalaman dst,alokasi anggaran Partai Demokrat. adalah yang terbesar,Minimal 500 x 22 = 1,1 Triliun,maksimalnya ?,300 Triliun x 80%x 22 /87 = …,itulah jatah partai/fraksi Demokrat,tinggal kalikan saja dengan 5 – 7%,itulah income PD,kembali ke Nazar sebagai contoh kasus,tahun 2010 Nazar borong anggaran APBN 7 Triliun,dia beli dari anggota Banggar yang lain,dia jual dengan ambil margin 1 – 2% sebagian lagi dia kerjakan sendiri proyeknya,90% proyeknya berantakan,ga sanggup kerjakan saking banyaknya,apa yang di lakukan Nazar itu memang keluar dari pakem atau tradisi yang ada,biasanya bendum – bendum partai itu hanya jual anggaran saja ga kerjakan,tapi dasar Nazar dia malah kerjakan sendiri sebagian besar proyek yang dia punya atau yang di beli dari anggota Banggar yang lain,demikian dulu postingan tentang Mafia Anggaran ini,entar malam kita sambung lagi,sebab masih panjang,wassalam…

Sumber : http://www.facebook.com/utak.usuk

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: