Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » Berita Daerah » Pemkab Rejang Lebong Kembangkan Tanaman Pala

Pemkab Rejang Lebong Kembangkan Tanaman Pala

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


Pemkab Rejang Lebong Kembangkan Tanaman Pala
CURUP (METRO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Bengkulu, mengembangkan tanaman pala untuk meningkatkan pendapatan petani di daerah itu. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong, Anom Chan, mengatakan, untuk menyukseskan program tersebut, setiap tahun pihaknya membagikan bibit pala kepada para petani setempat sedikit 3.000 batang yang didatangkan dari Bogor, Jabar.

03.buah palaPengembangkan tanaman pala itu, antara lain di Desa Pal Delapan, Kecamatan Bermani Ulu dan Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Kecamatan Curup Selatan. Khusus di Kecamatan Curup Selatan, katanya, ada tiga desa, yaitu Airlanang, Tebat Pulau, dan Tanjung Dalam yang saat ini sebagian besar sudah berproduksi.

Ia menjelaskan Kabupaten Rejang Lebong secara umum cocok untuk pengembangan tanaman pala karena di ketinggian sekitar 1.200 meter dari permukaan air laut.

Komoditas pala di Kecamatan Curup Selatan itu ditanaman di lahan sekitar 300 hekatre pada era 2000, yaitu program percontohan HKM pertama di Bengkulu, termasuk di Kabupaten Kepahiang yang waktu itu belum dimekarkan dari Rejang Lebong.

Buah pala budi daya petani itu, katanya, rencananya tidak akan dijual dalam bentuk buah segar, akan tapi diolah menjadi produk minuman dan manisan dalam kemasan berkerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun Bengkulu.

Meskipun harga buah pala itu cukup mahal di pasaran, yaitu mencapai Rp96 ribu per kilogram, katanya, akan lebih menguntungkan bila dijual dalam bentuk olahan dalam kemasan.

Ia menjelaskan petani, khususnya para ibu rumah tangga di tiga desa itu, mulai 2013 dilatih membuat minuman dan manisan segar buah pala.

Kepala BPDAS Bengkulu Sumarsono mengatakan pihaknya mendukung peralatan pembuatan industri rumah tangga buah pala segar tersebut.

Pada 2013, katanya, sudah tersedia anggaran untuk program tersebut. Pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada petani, selain mendatang tenaga terampil untuk pengolahan buah pala menjadi produk minuman segar.

“Nantinya tenaga terampil itu melatih masyarakat petani di tiga desa tersebut, sehingga daerah itu menjadi sentra manisan dan minuman buah pala di Bengkulu,” katanya.(rga)

 

 

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: