Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » Terkait DCS, PPP RL Didemo Kader Sendiri

Terkait DCS, PPP RL Didemo Kader Sendiri

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip



04Terkait DCS, PPP RL Didemo Kader Sendiri
CURUP (METRO) - Karena tak puas dengan nama-nama yang masuk dalam daftar calon sementara (DCS) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pemilu legislatif 2014 mendatang. Puluhan kader partai partai berlambang Ka'bah itu, Senin (13/5) siang kemarin, mendatangi sekretariat partai di jalaln Kartini Curup, RL, memprotes DCS partai tersebut.

Puluhan kader DPC PPP Rejang Lebong (RL) itu langsung dikomandoi Herman Joki. Dalam orasinya Wakil Ketua I di DPC PPP RL
itu mempertanyakan tidak masuknya beberapa nama kader PPP dalam DCS pada Pemilu tahun 2014. Padahal, menurut Herman, semua persyratan sudah diserahkan kepada pengurus partai.

“Kader yang benar-benar aktif di Partai tidak lolos menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) dari PPP, sementara orang non kader bisa masuk dalam DCS. Hasil verifikasi faktual yang dilakukan KPUD RL terhadap DPC PPP cacat hukum,” kata Herman Joki dalam orasinya yang disaksikan puluhan kader PPP lainnya.

Menurut dia, verifikasi factual oleh KPUD RL terhadap DPC PPP dinilainya cacat hukum, karena sampai saat ini tidak ada satupun secretariat PAC, bahkan ranting juga belum terbentuk. Untuk meloloskan verifikasi tersebut, kata Herman, ketua DPC PPP RL, Rudi Nasution, disinyalir menyuap KPUD, sebesar Rp 1 juta sebagai uang tutup atas kekurangan yang ada di partai itu.

Aksi damai tersebut juga diikuti oleh anggota DPRD Rejang Lebong yang mewakili PPP di legislatif, Erfensi. Dalam orasinya Erfensi mempertanyakan Independensi KPUD RL dalam melakukan verifikasi factual terhadap PPP.

Sementara itu, ketua DPC PPP Rejang Lebong, Rudi Nasution menagaku pihaknya telah melakukan pembukaan pendaftaran secara terbuka untuk menjaring DCS pada tanggal 11-28 Februari 2013. Namun, kata dia, sampai pada ahir masa pendaftaran, kader PPP yang tidak masuk dalam DCS tersebut, tidak mendaftar juga. “ Kami sudah berupayah menghubungi mereka melalui telepon, namun tidak diangkat, sms juga tidak dibalas” tegas Rudi.

Pada kesempatan terpisah, Rudi menegaskan KPUD RL bersama kelompok kerja verifikasi factual partai politik terdiri dari polisi, kejaksaan, mitra pengawas pemilu, tidak akan sembarangan meloloskan partai politik yang masuk sebagai peserta pemilu.

Rudi juga menyangkal tudingan suap Rp1 juta kepada Ketua KPUD. “Mengenai tuduhan kami membayar Rp1 Juta kepada KPUD RL untuk meloloskan PPP saat verifikasi, itu tidak benar. Kalau memang benar, buktinya apa?,” tanya Rudi. Ia juga mengatakan akan menuntut orang yang menyebarkan tuduhan ini sebagai pencemaran nama baik,” tegasnya.

Begitu pula dengan Ketua KPUD RL, Halid Saifullah, memberikan bantahan atas tuduhan suap terhadap KPUD RL sebesar Rp1 juta untuk meloloskan verifikasi factual PPP. “Tolong ditanyakan uang yang mana, dari mana, dan untuk apa? Kami tidak menerima uang, apalgi Rp1 juta. Verifikasi dilakukan sesuai dengan data factual,” kata Halid Saifullah dengan tegas. (ynl)

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: