Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » JAKARTA (METRO), Satpol PP Jaring Puluhan Sepeda “Starbucks Keliling”

JAKARTA (METRO), Satpol PP Jaring Puluhan Sepeda “Starbucks Keliling”

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


JAKARTA (METRO), Satpol PP Jaring Puluhan Sepeda “Starbucks Keliling”
 
Pedagang kopi keliling kini tak lagi nyaman berjualan di wilayah Ibu Kota. Pasalnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menerapkan Operasi Praja Wibawa 2013 per 14 Mei hingga 24 Juni 2013.

Salah seorang pedagang kopi keliling, Harif (20), yang sudah menjajakan dagangannya di area Balai Kota Jakarta sejak dua tahun lalu, mengaku tidak tahu soal penertiban tersebut. 01“Tadi, sejam lalu, lah. Langsung diambil saja sama Satpol PP,” katanya di depan Balai Kota, Selasa (14/5). Seperti halnya Harif, Abdul (43) mengatakan, bahwa ada tiga sepeda miliknya dan rekan-rekannya -yang biasa disebut banyak orang sebagai “Starbucks keliling” (Starling)- diangkut ke dalam truk milik Satpol PP. “Enggak tahu deh yang di tempat lain. Padahal, saya enggak mangkal di sini. Kan saya jalan-jalan sekitar sini. Kecuali mangkal, baru deh boleh (ditertibkan),” keluhnya.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso menjelaskan, dirinya sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran hingga tingkat kelurahan untuk melakukan penertiban tersebut.

“Jadi instruksi Kepala Satpol PP kepada seluruh jajarannya untuk melakukan operasi. Antara lain, penyandang masalah kesejahteraan sosial, joki 3 in 1, dan pedagang. Mulainya jam kerja saja. Tapi, ada juga malam hari. Dimulai pukul 10.00 WIB ke atas, anak jalanan, juga pengamen,” ungkapnya saat dihubungi di Jakarta.

Selain melakukan penertiban, lanjut Kukuh, jajaran Satpol PP juga melakukan pembersihan coretan yang terdapat di fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di seluruh wilayah DKI. “Selain itu, juga penertiban spanduk, pamflet tanpa izin yang menempel di tembok-tembok sama pagar jalan,” terangnya.

Terkait penertiban barang dagangan, Kukuh menjelaskan pihaknya tidak mempersulit bagi pedagang yang hendak mengambil kembali. Namun, ia tetap memberikan beberapa syarat.

“Tergantung, kalau misalnya sudah beberapa kali ditangkap, kita tarik-ulur. Kalau baru ditangkap, ya kita kembalikan. Intinya, tergantung tingkat kesalahan. Kalau sudah dioperasi, dia julan lagi, operasi, jualan lagi, ya kita enggak bakal kasih,” pungkasnya. (oke)

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: