Metro Koran

Beranda » Metro Bengkulu » CURUP (METRO), Petugas Gabungan Siapkan Razia di Bukit Batu

CURUP (METRO), Petugas Gabungan Siapkan Razia di Bukit Batu

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 555 pengikut lainnya

Metro Koran

Ikuti saya di Twitter

Arsip


CURUP (METRO), Petugas Gabungan Siapkan Razia di Bukit Batu

CURUP (METRO) – Karena banyaknya kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang dirusak perambah, pihak petugas TNKS kini menyiapkan petugas gabungan untuk menggelar razia perambah TNKS di Bukit Batu, Rejang Lebong. Hal ini dilakukan untuk mengatasi ancaman gundulnya kawasan tersebut akibat kian gencarnya aksi pembalakan liar.01
"Pada 2013 sudah ada anggaran dari TNKS, Kerinci Jambi dan akan menggelar operasi besar-besaran melibatkan TNI dan Polri serta polisi kehutanan secara gabungan," kata petugas TNKS Bengkulu Mahfud, Rabu.
Kawasan hutan TNKS di Bukit Batu, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, tepatnya di perbatasan Bengkulu-Sumsel, terancam gundul akibat perambahan dan pembalakan liar yang dilakukan orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Menurut data yang diperoleh p[ihak TNKS Bengkulu, saat ini puluhan usaha pengolahan kayu liar beroperasi di sekitar kawasan Bukit Batu tersebut, sedangkan kayu diduga kuat diambil dari lokasi TNKS.

“Kita selama ini akan melakukan razia di kawasan tersebut, namun terkendala dana dan dukungan pihak terakit, sedangkan pada 2013 telah dianggarkan untuk program tersebut,” kata Mahfud sebagaimana dilansir antara, Rabu.

Berdasarkan laporan dari masyarakat Bukit Batu, usaha pengolahan kayu itu sebagian besar diduga milik pengusaha dari wilayah Lubuklinggau, Sumsel. Kayu olahannya dalam jumlah besar dibawa ke wilayah provinsi tetangga tersebut, sedangkan warga setempat hanya sebagai tenaga kerja.

Wilayah Bukit Batu sebagian besar eks-daerah transmigrasi pada era 1990. Mereka tidak menggangu kawasan hutan TNKS, akan tetapi ada di antara mereka menjadi pekerja pada usaha pengolahan kayu liar di kawasan itu.

“Kami mendapatkan data dan laporan dari warga setempat, namun saat melakukan razia tahun lalu juga terdapat beberapa usaha pengolahan kayu liar di kawasan tersebut, sedangkan pemiliknya lari,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong, Anom Chan membenarkan, kawasan hutan TNKS dan hutan lindung di perbatasan Bengkulu-Sumsel itu menjadi sasaran perambah, dan kayu dari aktivitas perambahan itu diolah di lokasi setempat.

Ia menjelaskan untuk menjerat pemilik usaha kayu liar itu cukup sulit. Para perambah tersebut, hingga saat ini belum pernah tertangkap petugas. “Kami mendukung program TNKS untuk menggelar operasi tersebut, bila perlu ditempatkan petugas di lokasi itu dengan dibuat pos khusus,” katanya. (ms)

Flag Counter

Blog yang Saya Ikuti

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Denna Mitra Indonesia

Layanan Bantuan Perumahan, Konsultasi Dan Pusat Informasi Perumahan (Dmi Property Agency)

Metro Koran

Berita Seputar Bengkulu dan Indonesia, Fakta Itu Nyata

Ilmu Hukum

Berbagi Penyelesaian Masalah Untuk Anda

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: